NIM : 2124120236
Kelas : Karyawan IA
Prodi : PJKR
SEPAKBOLA
A . Sejarah Sepakbola
Sepak bola
merupakan olahraga yang dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti ilmiah yang
bisa didapat adalah adanya permainan semacam sepak bola di negeri Cina. Kala
itu, dinasti Han melatih tentara menggunakan “tsu-chu” untuk latihan fisiknya,
yaitu latihan menendang bola kulit memasukkan ke dalam jaring kecil yang
diikatkan pada batang-batang bambu panjang. Pemain membidikkan bola ke dalam
jaring kecil menggunakan kaki, dada, punggung, serta bahu sambil berusaha
menahan serangan dari lawan.
Di Jepang dikenal
pula permainan semacam “tsu-chu” sekitar 500 – 600 tahun kemudian yang bernama
Kemari, meskipun tidak kompetitif seperti di Cina. Yunani dengan “episkyros”,
Romawi (Italia) dengan “haspartum”, dan Perancis dengan “choule” bisa
memperpanjang daftar yang membuktikan sepakbola adalah olah raga yang berusia
sangat tua.
Ada dugaan bahwa
orang-orang Romawi membawa permainan itu ke Inggris. Tapi masih disangsikan
apakah haspartum merupakan pendahulu sepak bola yang sekarang dikenal ini,
sebab penduduk Celtic di Cronwall juga sudah mengenal permainan yang serupa
yang disebut “hurling”. Waktu itu jelas belum ada peraturan yang baku. Orang boleh
bermain tanpa jumlah yang pasti dan bukan hanya kaki, tetapi tanganpun boleh
ikut memainkan bola. Bahkan boleh menendang tulang kering serta membawa lari
bola.
Banyak teori tentang siapa yang mula-mula
melaksanakan permainan sepak bola ini, tetapi yang pasti, Inggrislah yang mulai
menyempurnakan sehingga perkembangannya halus seperti sekarang ini. Prakarsanya
di mulai pada tahun 1863, tepatnya pada tanggal 26 Oktober, ketika sebelas
perkumpulan di London mengadakan pertemuan untuk menjernihkan kekacauan dengan
membuat serangkaian peraturan fundamental untuk mengatur
pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pertemuan ini berhasil membentuk
Football Association (FA) yang pertama walaupun berbuntut keluarnya kelompok
Rugby dalam rapat karena menolak peraturan yang melarang penginjakan,
penendangan tulang kering dan melarikan/membawa bola. Akhirnya pada tanggal 8
Desember 1863, Rugby resmi mengurdurkan diri dan keduanya berjalan
sendiri-sendiri.
Setelah 6 tahun
Football Association berjalan, permainan sepak bola semakin mendekati
kesempurnaan, terutama setelah adanya keputusan yang melarang setiap pemegangan
bola (bukan hanya melarikan). Di tahun kedelapannya (baca: FA), selain anggota
yang bertambah menjadi 50 perkumpulan, kompetisi sepak bola yang pertama juga mulai
digelar di bawah naungannya. Pertumbuhan sepak bola melaju begitu pesat di
seantero jagat bahkan pada tahun 1879 sudah dikenal langkah-langkah sepakbola
profesional di Darwin, yaitu dua pemainnya: John Love dan Fergus Suter,
dilaporkan sebagai orang-orang pertama yang menerima bayaran dari bakatnya
bermain sepakbola.
Setelah Football Association, segera menyusul di
Nederland, the Scottisch FA (1873), The TA of Wales (1875), dan The Irish FA di
Belfast, Selandia Baru (1891), Argentina (1893), Chili (1895), Swiss dan Belgia
(1895) Italia (1898), Jerman dan Uruguay (1900), Hongaria (1901), dan Finlandia
pada tahun 1907.
Pada tahun 1907, berdirilah Federasi Sepakbola
Dunia (FIFA) di Paris, Perancis atas prakarsa 7 negara, yaitu Perancis,
Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss. Dari tujuh anggota berkembang
menjadi 36 pada tahun 1925, dan setelah diselingi Perang Dunia II, FIFA sudah
diikuti oleh 73 anggota pada perebutan Piala Dunia II. Saat ini FIFA mempunyai
anggota sebanyak 146.300.000 klub, 200.000 di antaranya berada di Eropa dengan
sekitar 680.000 tim dan 22 juta pemain yang aktif.
Karena peminat
olahraga ini sangat banyak (bahkan terbanyak di seluruh dunia), maka
pengembangan olahraga ini dilakukan sangat pesat agar bisa menjadi olahraga
yang sempurna, tidak ada kecurangan dan frekuensi cedera pemain kecil atau
bahkan tidak ada sama sekali. Karena ada yang bilang bahwa sepak bola adalah
olahraga “teraman” ke-5.
Piala Dunia Sepak
Bola atau nama resmi: Piala Dunia FIFA ,pertama dicetuskan pertama kali pada
tanggal 26 mei 1928 di Amsterdam, dalam kongres FIFA tersebut diputuskan bahwa
turnamen yang dapat diikuti oleh semua anggota FIFA harus dilangsungkan.
Setahun kemudian di Barcelona, diputuskan bahwa Uruguay, juara olimpiade dan
dalam era keemasannya, akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang pertama
sekaligus untuk memperingati 100 kemerdekaan mereka setahun
sebelumnya.Sebenarnya Piala Dunia bukan merupakan turnamen sepak bola
internasional yang pertama, karena sejak tahun 1908, sepak bola sudah menjadi
bagian dari Olympiade. Hanya saja, Olympiade ini hanya boleh diikuti oleh
pemain amatir ,
Dan Piala Dunia
yang pertama diadakan di Uruguay dan berlangsung dari 13 – 30 Juli 1930.
Uruguay ditunjuk menjadi tuan rumah karena prestasinya menjadi juara Olympiade
tahun 1924 dan 1928. Piala Dunia pertama ini hanya diikuti oleh 13 negara, 4
negara dari benua Eropa dan 9 negara dari benua Amerika. Minimnya peserta dari
negara Eropa disebabkab oleh perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk
mencapai benua Amerika.
Pada Piala Dunia perdana ini tuan rumah Uruguay
keluar sebagai juara, setelah mengalahkan kesebelasan Argentina dengan skor 4-2
di babak final. Dan ini menjadikan Uruguay sebagai negara pertama yang berhak
atas trofi Piala Dunia. yaitu TROFI JULES RIMET CUP Selama Perang Dunia II
kejuaraan ini terhenti selama selama 12 tahun, dimulai kembali tahun 1950 di
Brasil. Piala Jules Rimet pernah dicuri sewaktu dipamerkan di Stampex
Exhibition di Westminster Central Hall, London saat menjelangnya Piala Dunia 1966
di Inggris, namun ia ditemukan 7 hari kemudian oleh seekor anjing bernama
Pickles.
Pada 1970 di
Meksiko, FIFA telah memutuskan Brasil menyimpan Piala Jules Rimet karena
menjadi negara pertama yang juara sebanyak 3 kali, 1958, 1962 dan 1970.
Badan induk FIFA
kemudiannya membuat piala dunia baru dengan menggunakan emas 18 karat, 36 cm
tinggi dan mempunyai berat 4.97 kg dan dirancang oleh perupa terkenal Italia,
Silvio Gazzaniaga dan digunakan sehingga sekarang. FIFA menetapkan hanya
pemimpin negara dan pemenang Piala Dunia saja yang boleh menyentuh piala
tersebut. Replika piala yang dilapis emas akan diberikan untuk dsimpan oleh
pemenang.
Promosi Piala
Dunia 2006 Argentina, Jerman (kedua kali tersebut sebagai Jerman Barat), dan
Brasil telah masing-masing memenangkan piala yang kedua itu dua kali. Meskipun
begitu, piala yang saat ini masih belum akan “dipensiunkan” hingga plak namanya
telah penuh diisikan dengan nama-nama negara pemenang, yang akan terjadi pada
tahun 2038.
Brasil dengan
jelas adalah tim yang paling sukses dalam Piala Dunia secara keseluruhan
setelah lima kali menjadi juara dan dua kali berada di posisi kedua sementara
Italia berada di bawahnya dengan empat kali juara dan dua kali di peringkat
kedua. Jerman, yang tiga kali menjadi juara dan empat kali menjadi juara kedua,
adalah tim yang tersukses ketiga. Argentina dan Uruguay masing-masing dua kali
menjadi Juara Dunia meski kemenangan Uruguay terjadi pada masa yang sudah lama,
pada awal-awal tahun kejuaraan.
B. Posisi Pemain
Penjaga gawang dalam sepak bola.
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri
dari 1 orang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, (fullbacks), 2-4 orang pemain tengah, dan 1-4 orang penyerang. Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain
yang boleh menggunakan tangan untuk melindungi gawang dari serangan lawan. Umumnya, penjaga gawang mengenakan pakaian
yang berbeda dengan pemain lainnya. Pemain bertahan memiliki tugas utama untuk
menghentikan serangan lawan. Pemain tengah biasanya terdiri dari pemain
tengah penyerang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan
yang bermain dekat dengan pemain bertahan. Penyerang memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Posisi dasar pemain dapat mengalami
modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik permainan. Beberapa pola pemain yang sering digunakan
dalam berbagai kejuaraan adalah 4-2-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan terletak di bagian tengah
lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang
sering digunakan oleh sistem total
football Belanda dan Jerman Barat).
C. Aturan
Lapangan sepak bola.
1. Lapangan
permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa,
lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar
antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat
area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan
tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area
pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang.Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan
menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan penalti atau tidak.
2. Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 ×
45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan
perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama
kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan
di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat
pergantian pemain, cedra yang membutuhkan pertolongan, ataupun
penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage
time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu
akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti
hanya menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya
ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association
Board (IFAB) memberlakukan
sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan
pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali
mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang,
sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan
waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan
oleh IFAB.
3. Pelanggaran
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang
cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau
kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit
menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di
dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas
pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar
peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali
pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak
menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau
lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan
mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus
keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar
kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera
parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang
berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi
semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh
yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang
melakukan hands ball di luar kotak penalti .
4. Wasit dan
petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 4
petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di
pinggir tengah lapangan. Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah
saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan hukuman dan
peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab
mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang
untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya
mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk
mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan
memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas memeriksa
pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi
penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk menentukan
ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola
telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.
D. Kejuaraan Internasional
Permainan sepak bola wanita.
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar
ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun
sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimets, seorang pengacara dan pengusahan Ferancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade
Kompetisi international tertua di dunia
adalah Copa Amerika yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916
dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football
Confederation (Conmebol). Untuk wilayah Amerika Serikat, The
Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football(CONCACAF) menyelenggarakan
kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas
CONCACAF.[16] Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste
negara-negara yang tergabung dalamAsian Football
Confederation (AFC),
mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia.[17] Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA
European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagaiKepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun
dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania.[18] Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.
E. Sepak bola di Indonesia
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak
Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin
Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan
nama menjadi Persatuan
Sepak Bola Seluruh Indonesia.[20] Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin
sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan.[21] Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola
Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin
gencar.[21]
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo,
prestasi tim nasional
sepak bola Indonesia tidak terlalu
memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan
organisasi dan kompetisi.[21] Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa
pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto
Suntoro, Ronny
Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.[21] Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas
kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super
Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain
non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir.[21] Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan
kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15,
U-17, U-19,U21, dan U-23).[21]
F. Rekor Gol
Tercepat pada Euro
Dalam sebuah turnamen sepakbola besar seperti Euro, dapat
dipastikan momen-momen penting dan menjadi sejarah akan selalu tercipta. Salah
satunya adalah sejarah gol tercepat dalam sebuah pertandingan Euro.
Adalah striker Rusia, Dmitri Kirichenko, yang mencetak rekor gol tercepat di
Euro. Itu terjadi di putaran final Euro 2004, ketika Rusia menghadapi Yunani di
babak penyisihan Grup A, dan Rusia menang 2-1.Kirichenko hanya butuh waktu 71
detik untuk merobek gawang Antonios Nikopolidis.
Dan UEFA mencatat gol itu tercipta di menit kedua.Pemain CSKA Moscow itu
menyisihkan empat pemain, yang pernah mencetak gol pada menit ketiga, duo
Inggris Alan Shearer dan Paul Scholes, Hristo Stoichkov dari Bulgaria dan
pemain Rusia lainnya Sergei Alenikov.
Meski menang dan mencetak rekor gol tercepat, Rusia tetap jadi juru
kunci grup. Ini untuk ketiga kalinya beruntun Rusia berada di urutan keempat
dan juru kunci pada putaran final Kejuaraan Eropa, setelah Euro 92 dan Euro
96.Hebatnya, Yunani yang menderita kekalahan, tetap lolos karena berada di
posisi runner up, Grup A dan hanya unggul selisih gol dari Spanyol. Tidak hanya
itu, Yunani untuk pertama kalinya juga keluar sebagai juara Euro 2004, setelah
di laga final mengalahkan tuan rumah Portugal 1-0, lewat gol sundulan Angelos
Charisteas di menit 57.
G. Organisasi Sepakbola


Tidak ada komentar:
Posting Komentar